“Kado Perpisahan”

Sahra mempunyai seorang sahabat yang bernama Nana. Dimatanya Nana adalah sosok orng yang baik hati dan ramah, dia juga termasuk anak yang pandai dikelas. Ia selalu menduduki peringkat 3.
Suatu ketika mereka berdua pergi main kesuatu tempat yang mereka sebut ‘Markas’, bersama 3 teman lain yang bernama Andi, Reno, dan Fifi. Ketika sampai di markas, Nana hanya duduk terdiam sambil memandangi langit sore yang kian redup. Tidak biasanya dia seperti itu.
“ Na, kamu kenapa ? Kok kelihatan murung begitu.” Tanya Sahra sambil menghampirinya.
“ Besok lusa aku akan pindah sekolah.” Jawab Nana,singkat.
“ lho, knapa pindah mendadak ?” Sahut Andi dan Reno, seraya ikut bergabung.
“ Ayahku dinas ke Makasar, jadi ibu dan aku juga ikut pindah.” Jawabnya lirih.
“ Pasti kalau tidak ada kamu akan sepi..” kata Fifi.
“ Nggak juga, kan ada Sahra dan yang lain.” Jawab Nana.
Sejenak, mereka terdiam dalam kesunyian.
“ Wah, langitnya sudah semakin petang saja. Ayo kita pulang..!” Seru Sahra.
“ Ayo.” Jawab Nana, Fifi, Andi, dan Reno serempak.

Esok harinya, sebelum Nana datang Sahra dan yang lainnya berkumpula di kelas. Mereka mendiskusikan kenang kenangan apa yang akan mereka berikan buat Nana.
“ hey teman-teman, hadiah apa kira kira yang akan kita berikan buat Nana ?” Tanya Sahra dengan serius.
“ mmm.. Bagaimana kalau kalung saja ?! ” Andi mencoba memberi saran.
“ Jangan ah !, kita beri boneka saja..” Sahut Fifi.
Setelah lama berdiskusi, beberapa menit kemudian mereka sudah menemukan ide. Mereka sepakat akan member Nana sekotak coklat dan sebuah harmonika.
“ Fi, nanti setelah pulang sekolah kamu kerumahku ya, bantuin aku membuat permen coklat but Nana.” Kata Sahra.
“Oke, Lantas gimana harmonikanya ?” Tanya fifi ke teman-temannya.
“ Kita patungan sekarang aja, nanti keburu Nana dating.” Jawab Andi semangat.
Akhirnya merekapun mengumpulkan uang untuk membeli harmonika. Setelah uang tersebut dikumpulkan ternyata cukup untuk membeli sebuah harmonika.
“ Alhamdullilah, akhirnya uangnya terkumpul banyak juga.” Kata Reno, bersyukur.
“hehe.. iya, ini berkat usaha kita.” Celoteh fifi
“ Nah, nanti aku dan Reno yang akan membeli harmonikanya !” Seru Andi.
“ Oke deh ” Jawab Fifi, Sahra, dan Reno.
Akhirnya Nana datang tepat sebelum bel berbunyi. Mereka semua segera bubar dan duduk ditempat masing masing. Pelajaran demi pelajaran telah berlangsung. Waktu istirahatpun dating juga.
Nana dan yang lain pergi ke kantin untuk jajan bersama. Mereka semua terlihat agak lesu.
“ Temen-temen, karena hari ini kita terakhir bertemu, sekarang kalian aku traktir ya?, ini sebagai tanda perpisahan.” Kata Nana, menghibur.
“ iya..” Jawab Sahra dan yang lain.
Sebentar kemudian bel masuk berbunyi 3x dan pelajaran kembali dilanjutkan sampai waktu pulang tiba.
Kring…Kring…Kring….
“ Hore !!” Sorak sorai anak-anak satu kelas.
“akhirnya pulang juga.” Kata Andi pada Sahra.
“ Iya. Ini waktunya kita beraksi.” Katanya menyemangati.
Mereka masih berkumpul dikelas. Sementara itu Nana sudah dijemput oleh Ibunya.
Sahra dan Fifi bergegas pergi kerumah Sahra untuk membuat permen coklat. Andi dan Reno pergi membeli harmonika ke toko alat musik terdekat. Setelah permen coklat tersebut jadi dan harmonikanya sudah dapat, mereka langsung membungkusnya kedalam kertas kado dengan apik.
Sore itu, Sahra berencana mengundang Nana untuk main kerumahnya.
“ Ra, ayo segera telefon Nana.” Kata Fifi.
“ Iya, bentar.” Jawab Sahra smbil menekan tombol telefonnya.
Kring..Kring…
“ Halo, bisa saya bicara dengan Nana?” Tanya Sahra.
“ Iya, ini saya sendiri. Ini dengan siapa ya ?” Tanya Nana balik.
“ Ini aku Sahra. Na, ayo kerumahku. Aku dan teman teman membuat pesta perpisahan buatmu. Datang ya ?!” Ujar Sahra.
“mm… ia deh. Aku akan datang 10 menit lagi, tunggu ya..” jawabnya.
“ Oke.” Kata Sahra, penuh semangat.
Sembari menunggu Nana datang, Sahra dan teman-temannya sibuk menyiapkan kue dan menata ruang tamu, serapi mungkin.
Tak lama kemudian, Nana tiba.
Tok..Tok..Tok..
Sahra segera berlari menghampirinya.
“ Hai, Na!, Kami sudah menunggumu nih. Ayo masuk..” Kata Sahra, sambil menggandeng tangan Nana.
“ iya.” Jawab Nana.
Mereka berdua berjalan menuju ruang tamu. Nana terkagum-kagum melihat kejutan yang diberikan teman teman untuknya. Disana ia dan teman temannya bercanda tawa bersama, makan kue dan melakukan hal lainnya. Hari juga semakin malam.
“ Teman-teman, aku pamit dulu ya?, Besok pagi aku akan berangkat.” Ujar Nana sedih.
Teman-temannya terdiam
“Na, ini hadiah dari kami.” Kata Sahra sambil menyerahkan kado tersebut.
“Makasih ya, temen-temen. Kenang kenangan ini takkan kulupakan.” Jawabnya. Menahan tangis.
Mereka saling bersalaman dan pulang kerumah masing masing.
Keesokan harinya, Sahra datang ke rumah Nana, untuk member ucapan selamat jalan padanya.
Terlihat dari jauh keluarga Nana sedang berkemas, bersiap akan pindah.
“Selamat pagi tante. Nananya ada ?” Tanya Sahra pada ibu Nana.
“Pagi. Ada, itu dia di dalam mobil. Masuk aja!” Kata ibu Nana.
“iya te, makasih..” jawab Sahra.
Sahra berlari menuju mobil dan berdiri di depan pintu Nana. Nanapun keluar dari mobilnya.
“Sahra?” kata Nana. kaget.
Mereka berpelukan untuk terakhir kali.
“Selamat tinggal Na, smoga kamu baik baik saja disana nanti. Jangan lupakan kami ya ? ” kata Sahra
“Iya..,pastinya aku takkan lupa kalian semua. Kaliankan sabatku. Nanti aku akan sering menyuratimu.” Jelasnya
“Janji ya?!” Kata Sahra
“Iya..” Tegas Nana.
Terdengar ayah Nana memanggilnya untuk segera naik ke mobil dan akhirnya Nanapun masuk.
Ia membuka lebar kaca mobil. Sebelum mobilnya jalan, ia menyerahkan sebuah kalung untuk Sahra.
Ia melambaikan tangannya keluar.
Kini 1 sahabat Sahra telah pergi. Ia memandangi jalan sekali lagi. Mobil Nana telah lenyap dari pandangan.
Sahra kembali pulang dengan menggenggam erat kalung yang diberikan Nana untuknya.

Iklan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s