“Pohon Mangga Berujung Sial”

Pagi itu Banu dan Samy berencana pergi ke taman komplek untuk kumpul bersama teman. Disepanjang jalan terdapat puluhan pohon mangga.

Kebetulan semua pohon sedang berbuah.

Saat itu, Samy berjalan mendekati salah satu pohon mangga tersebut sambil tersenyum pada Banu, seolah memberi kode padanya. Banu hanya diam tanpa respon pada Samy, ia hanya melihatnya dari kejauhan.

“ Ban, sepertinya mangga itu sudah waktu masak. Ayo kita ambil, sepertinya enak tuh..” Ucapnya sambil menunjuk mangga tersebut.

“jangan ah!, itukan bukan punya kita. Kalau ketauan gimana ?!” jawab Banu, berusaha menolak.

“Kan cuma satu aja, gak bakal ketauan.” Jawab Samy, dengan santainya.

Banu hanya duduk ditepi trotoar jalan. Sementara itu Samy mencari akal untuk menggambil mangga. Ia memunguti beberapa batu kecil dan melempari mangga tersebut.

Pada saat itu juga satpam komplek sedang jaga keliling  dan tak disangka melewati jalan yang diambil Samy dan Banu.

Tanpa sengaja, batu yang dilempar Samy mengenai badan satpam yang kebetulan lewat didepan Samy. Si satpam bringas melihat kelakuan Samy.

Samy dan Banu langsung ambil langkah seribu melihat satpam yang berusaha mengejarnya.

Sampai di pertigaan jalan Samy dan Banu berhenti sejenak dari pelarian mereka, dilihatnya satpam yang sedang mengejarnya tadi. Ternyata sudah tak nampak.

Samy dan Banu pun akhirnya melanjutkan perjalanannya.

Ditengah perjalanan, Samy menemukan sebongkah botol bekas minuman. Dimainkannya dengan asyik untuk menghilangkan rasa jenunya. Karena tendangannya pada botol tersebut terlalu keras, botol itupun melayang ke pagar rumah salah seorang warga. Ternyata di rumah itu ada anjing penjaganya. Karena suara yang dihasilkan terlalu keras, si anjingpun menggonggong dengan galaknya.

Samy dan Banu kembali berlari menghindar.

“ Kau itu selalu aja buat onar, Sam..!” sindir Banu.

“Maaf, Nu. Ini kualat gara gara pohon mangga tadi. Jadi sial !” jawabnya, dengan muka suntuk.

Selepas itu Samy dan Banu tidak jadi menemui teman temannya di taman, karena capek mereka berduapun akhirnya pulang kerumah masing masing.

Iklan

One response

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s